Setelah kemarin (28/2) mantan Gubernur Sumatera Barat Azwar Anas telah berkeliling Kota Pariaman, maka di hari kedua kehadiran tokoh masyarakat Sumbar direncanakan akan melakukan kunjungan ke pulau Angso Duo. Namun keinginan untuk melihat lebih dekat kawasan pulau nan eksotik dan ada “ Kuburan Panjang” tersebut urung terlaksana. Hal ini disebabkan kondisi cuaca yang kurang bersahabat pagi itu di Kota Pariaman.
Awan mendung disertai guyuran hujan tampak terpusat di pulau Angso Duo, sementara di Kota Pariaman hujan berskala ringan turut membasahi kota. Namun rombongan tetap melakukan aktifitas yakni meninjau langsung kondisi dan potensi Kota Pariaman ke lapangan.
Didampingi oleh Walikota Pariaman Drs. H. Mukhlis. R,MM, Kadis Pariwisata Drs. Yaminu Rizal, Kadis Tata Ruang Tundra Laksamana, Kadis Kelautan dan Perikanan Ir. Agusriatman, Kabag Humas Jose Rizal dan rombongan yang sempat menuju muaro untuk menaiki kapal ke pulau Angso Duo tidak jadi karena hujan yang mendadak turun. Meskipun cuaca kurang bersahabat, rombongan tetap melanjutkan perjalanan ke pantai Gondoriah, pantai Cermin dan jembatan wisata. Selanjutnya rombongan beristirahat di pantai Kata.
Selama di pantai Kata, Walikota menjelaskan kepada Azwar Anas bahwa sepanjang pesisir pantai Kota Pariaman, yakni mulai dari pantai Gondoriah hingga ke pantai Kata sangat potensial untuk dikembangkan.
“ Sesuai rencana Pemko akan menmbangun kawasan pantai Gondoriah ini menjadi kawasan Marina terpadu dengan Pulau Angso Duo. Terkait dengan rencana tersebut di pantai Gondoriah akan dibangun dermaga apung. Pembangunan dermaga apung ini merupakan satu kesatuan dengan dermaga yang telah dibangun di pulau Angso Duo” ujar Mukhlis. R
Sambil melanjutkan perjalanan ke pantai Cermin dan pantai Kata, Wako Mukhlis. R juga menyebutkan rencana lainnya terhadap kawasan ini, yakni akan dijadikan sebagai kawasan wisata keluarga. Pembangunan kawasan Pantai Gandoriah sebagai wisata keluarga, karena kawasan ini pernah mencatat sejarah, sebab pernah dikunjungi kapal tentara Australia saat membongkar bantuan gempa. Disamping itu di tempat tersebut juga akan dibangun Pustaka wisata tahun 2010 ini.
Selanjutnya rombongan menuju ke kawasan Manggung yang dipusatkan sebagai kawasan konservasi laut, yakni adanya penangkaran penyu. Di lokasi tersebut Azwar Anas berkesempatan melepaskan Tukik atau anak Penyu sebanyak 200 ekor ke laut lepas.
Azwar Anas menyatakan kekagumannya akan potensi alam yang dimiliki Kota pariaman serta keberanian Walikota Mukhlis. R melakukan terobosan.
“ Potensi yang dimiliki Kota Pariaman akan semakin berkembang bila kita mampu mengolah dan memeliharanya, hari ini sama-sama kita berdoa agar Allah SWT semakin melimpahkan hidayahnya kepada Kota Pariaman agar semakin maju dan berkembang,” ujar Azwar sembari memimpin doa.
Usai melihat-lihat potensi Kota Pariaman, rombongan sempat melakukan diskusi dan menyusun perencanaan tindak lanjut dari hasil tinjauan tersebut.
Sementara itu Kabag Humas Setdako Pariaman Jose Rizal, S.STP, M.Si menyebut kan bahwa kunjungan bapak Azwar Anas ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Kota Pariaman serta pembelajaran pada kita semua dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki.
“ Walikota berharap agar semangat pak Azwar Anas mampu memotivasi kalangan muda agar mampu mandiri, usia bukan halangan bagi pak Azwar dalam mengabdi” ujar Jose.
Sebelum bertolak ke Jakarta, Azwar Anas dan rombongan dijamu Walikota Pariaman untuk makan siang di rumah makan yang berpanorama pantai dan pulau di Kota Pariaman. (Humas)
Bagaimana Menurut Anda Pelayanan Kesehatan di Kota Pariaman
Sumber : Warning: fopen(bca-cache.txt) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /var/www/vhosts/kotapariaman.go.id/httpdocs/bca-fetch.php on line 43
Warning: fwrite(): supplied argument is not a valid stream resource in /var/www/vhosts/kotapariaman.go.id/httpdocs/bca-fetch.php on line 44
Warning: fclose(): supplied argument is not a valid stream resource in /var/www/vhosts/kotapariaman.go.id/httpdocs/bca-fetch.php on line 45
KlikBCA 7-Sep-2010 / 16:02 WIB