Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) pada Kabinet Pembangunan yang juga mantan Gubernur Sumatera Barat Ir. H. Azwar Anas, Minggu (28/2) melakukan kunjungan ke Kota Pariaman.
Kedatangan Azwar Anas pria berusia kurang lebih 80 tahun tersebut, namun masih tampak energik beserta rombongan tiba di Kota Pariaman pulul 14.00 WIB guna memperkenalkan daerah Sumatera Barat kepada investor disambut hangat oleh Walikota Pariaman Drs. H. Mukhlis. R, MM di kediamannya.
Dalam kesempatan yang berbahagia itu, Wako Pariaman yang didampingi sejumlah kepala SKPD seperti Kadis Pariwisata Drs. Yaminu Rizal, Kadis Kelautan dan Perikanan Ir. Agusriatman, Kepala Bappeda Ir.h. Mawardi Samah, Kadis Kesehatan Dra.Jusnaini Apt, M.Kes, Kadis Pertanian Ir. Syaiful Rizal, Kabag Humas Jose Rizal, Kasat Pol PP Handrizal Fitri dan Ka.P2TPM Alfian, mempresentasikan peluang Investasi Di Kota Pariaman.
Walikota menyebutkan bahwa demi menarik minat investor ke pariaman pemko telah mengeluarkan kebijakan membebaskan biaya IMB kepada investor yang ingin mendirikan hotel, pusat perbelanjaan atau mall, serta gedung konvensi.
“ Beberapa sasaran prioritas dalam pengembangan wisata yakni kawasan mangguang, kawasan pantai kata dan kawasan marina di pantai gandoriah. Beberapa fasilitas telah kita siapkan guna mendukung pulau anso duo menjadi objek tujuan wisata, seperti adanya dermaga, rumah panggung dan jalan setapak yang asri dan alami,” kata Wako Pariaman bangga.
Ditambahkan Wako, kalau pak Azwar Anas berkenan, maka kita akan fasilitasi ke pulau Angso Duo. Ditempat ini kita akan lepaskan tukik (anak penyu-red).
“ Bila rencana pengembangan wisata mendapat sambutan dari investor, tentu Kota Pariaman akan cepat berkembang,” ujar Wako.
Selain itu Wako juga menunjukan tekad bahwa saat ini Kota Pariaman telah membuka diri terhadap orang cina maupun yang lainnya. Selain itu pada tahun 2010 ini pemko Pariaman bersama masyarakat akan menggelar budaya tabuik. Disamping itu juga akan ditampilkan kesenian Cina Barongsai.
“ Dulu di Kota Pariaman ada kampuang Cina, kampung Kaliang serta ada kuburan Belanda, artinya sejak dahulu sebenarnya orang Pariaman sudah terbuka dan ramah terhadap pendatang, sehingga para pendatang dapat tinggal dan bahkan bisa pula membentuk sebuah perkampungan,” kata wako melanjutkan.
Sementara itu Azwar Anas dalam sambutannya menyebutkan bahwa Kota Pariaman adalah kota yang strategis dan sangat penting keberadaannya, baik secara geografis, ideologi, pariwisata, ekonomi, sosial, dan budayanya. Apalagi dengan adanya Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kota Pariaman memegang kunci strategis, kalau hal ini tidak bisa mempergunakannya maka akan tertinggal.
“ Beruntung Kota Pariaman punya Walikota Mukhlis. R yang juga mantan Ketua Bappeda, yang mengerti arti sebuah perencanaan, namun tinggal bagaimana ke depan kita merealisasikan apa yang telah direncanakan itu,” kata Azwar Anas.
Lebih lanjut Azwar memberikan beberapa masukan agar Kota Pariaman yang telah dilanda bencana hendaknya dapat memberikan aturan kepada masyarakat tentang tata cara membangun rumah dan menyarankan masyarakat untuk mengecat atap rumah mereka.
“ Hal ini bertujuan, kalau kita masuk ke Kota Pariaman dan melihat atap berwarna-warni pasti mata akan turut senang memandangnya. Selain itu atap yang dicat juga membuat atap seng semakin tahan lama, bersih dan ini akan jadi kebanggaan kota,” jelas Azwar Anas.
Dalam kesempatan ini mantan Gubernur Sumbar ini juga menyarankan, kalau Kota Pariaman betul-betul serius dalam mengembangkan pariwisata, maka mulailah dari toilet atau kamar kecil. Sebab kebersihan toilet atau kamar kecil tersebut adalah hal utama bagi pengunjung yang datang. Apalagi bagi sebuah rumah makan, meskipun makanannya enak dan harga terjangkau, tapi apabila toiletnya kotor dan pengunjung tahu, tentu hal ini akan membuat pengunjung jadi tidak nyaman. Jika ini terjadi, maka jangan harap mereka akan kembali.
“ Toilet atau kamar mandi yang dibangun itu pun harus ada WC jongkok dan WC duduk. Sebab jika kita ingin menggaet turis asing, tentu kita perlu menyediakan WC duduk, karena para turis ini sudah terbiasa dengan WC model tersebut,” terang Azwar Anas.
Selanjutnya rombongan Azwar Anas dan Walikota Mukhlis. R beserta sejumlah pimpinan SKPD juga menyempatkan diri meninjau ke lapangan. Usai peninjauan, rombongan makan di Gubuak Salero yang terletak di tengah pematang sawah dan perkebunan Pisang Jantan Piaman. Setelah itu meninjau kerajinan Sulaman Nareh dan tak ketinggalan mengemas jajanan Bika Pariaman di kawasan Jati, yang menjadi rute lapangan rombongan.
Sementara itu Kabag Humas Setdako Pariaman Jose Rizal, S.STP, M.Si menyebutkan, kunjungan Azwar Anas ke Kota Pariaman ini direncanakan selama 2 hari, yakni muulai 28 Februari 2010 s/d 1 Maret 2010.
“ Sebagaimana diketahui bersama, pak Azwar Anas merupakan tokoh Minang di perantauan yang memiliki akses luas terhadap para investor. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini akan membawa manfaat bagi pengembangan pariwisata Kota Pariaman,” tukas Jose Rizal.
Kalau tidak ada halangan menurut Jose Rizal, Senin pagi (1/3) pada pukul 9 rombongan Azwar Anas berkunjung ke pulau Angso Duo, dengan agenda peninjauan dermaga, rumah wisata, kuburan panjang dan pelepasan penyu. Setelah itu rombongan akan bergerak ke kawasan konservasi laut di kawasan pantai Manggung dan meninjau pantai Gondoriah dan pantai Kata. Selama kunjungan tersebut, Pemko Pariaman akan ikut serta mendampingi. (Humas)
Bagaimana Menurut Anda Pelayanan Kesehatan di Kota Pariaman
Sumber : Warning: fopen(bca-cache.txt) [function.fopen]: failed to open stream: Permission denied in /var/www/vhosts/kotapariaman.go.id/httpdocs/bca-fetch.php on line 43
Warning: fwrite(): supplied argument is not a valid stream resource in /var/www/vhosts/kotapariaman.go.id/httpdocs/bca-fetch.php on line 44
Warning: fclose(): supplied argument is not a valid stream resource in /var/www/vhosts/kotapariaman.go.id/httpdocs/bca-fetch.php on line 45
KlikBCA 7-Sep-2010 / 16:02 WIB